Masalah? Siapa yang tidak punya masalah? Orang kaya? Mereka punya. Orang dengan seribu asisten? Mereka punya. Orang ber-istri empat? Itu mah tidak usah ditanyakan. tidak salah bukan jika kita bilang setiap orang punya masalah? Namun, kadang kita merasa orang lain tidak memiliki masalah. Mengapa ya kira-kira? Menurutku, karena mereka mungkin tidak seberisik kita sehingga tidak banyak orang tahu atau memang dia sedang tidak ada masalah, setidaknya saat ini.
Kita juga harus ingat bahwa masalah muncul di waktu yang berbeda-beda di hidup setiap orang. Mungkin bulan ini kita ada masalah dan dia tidak, atau sebaliknya. Pokoknya jangan hanya melihat orang dari satu sisi kemudian langsung menyimpulkan, “wih, enak ya. Dia gak ada masalah gak kayak aku”. Apalagi sampai berbicara ke neorangnya secara langsung, “kamu mah enak tidak ada masalah”. Karena perkataan seperti itu sangat-sangat bisa melukai orang lain. Karena kita tidak tahu apa yang dia hadapai ketika kita tidak memperhatikan dia, Mungkin saja masalahnya jauh lebih besar dan lebih banyak, akan tetapi kita tidak tahu. Maka dari tu jangan sesekali berkata seperti itu ke orang lain.
Eh? Mengapa aku tiba-tiba membicarakan topik masalah? Ya.... karena aku baru saja tetimpa masalah. Aku tidak tahu bagi kalian ini masalah yang besar atau kecil, tapi bagiku masalah ini lumayan berat. Hp-ku baru saja hilang. Memang sih itu kesalahanku sendiri. Karena kelalaianku aku tidak sengaja meninggalkan Hp-ku di tempat terbuka. Ketika sadar dan mengecek kembali tempat aku terakhir menaruhnya ia telah meninggalkanku. Tanpa sepatah kata dia pergi. Ia mungkin tak akan kembali lagi ketanganku selama-lamanya. Sayonara.
Eh, maaf. Malah terlewat curhat. Tanpa terasa sudah tertulis saja. Mari kita kembali ke pembahasan.
Nah, kita sadar dan tahu bahwa setiap orang pasti punya masalah—tentu termasuk kita—kita juga harus paham bahwa masalah akan selalu menghampiri kita selagi kita masih hidup. Sejauh apapun kita berlari, segelap apapun tempat kita bersembunyi, serumit apapun kunci yang kita miliki masalah akan selalu hadir di sela-sela kehidupan kita.
Lantas apa yang harus kita lakukan jika masalah terus datang selama kita hidup?
Kamu tentu tahu rasa lapar, juga tahu bahwa rasa lapar selalu datang di sela sela kehidupan kita. Tidak hanya setiap hari tapi dalam sehari sampai tiga kali mampir di perut kita, membuat perut kita berbunyi. Meski begitu apakah kita lari dari rasa lapar? Apakah kita takut rasa lapar? Tentu tidak bukan? Alih-alih takut atau lari kita malah bersiap dan berdiri menghadapinya. Kita bekerja dan menghasilkan uang salah satunya untuk menghadapai rasa lapar, untuk mengalahkan rasa lapar.
Begitu juga masalah, Dia akan selalu muncul di sela-sela kehidupan kita sebagaimana lapar selalu mucul di sela-sela kehidupan kita. Tapi, masalah tidak seratus persen sama dengan rasa lapar. Masalah memiliki aspek yang membuat ia lebih sulit ditangani dibandingkan rasa lapar. Selanjutnya aku akan memaparkan aspek yang membuat masalah lebih menakutkan dan sulit dibandingkan rasa lapar.
Waktu Datang Yang Tidak Dapat Diketahui
Salah satu hal yang paling menonjol pada masalah adalah waktu datang yang relatif sulir diprediksi. Dibandingkan rasa lapar yang kita bisa memprediksi kapan datangnya—umumnya 5 jam setelah makan kita mulai lapar—masalah lebih seperti judi online yang mana kita tidak tahu kapan JP ( jackpot ) datang.
Lantas apa yang harus kita perbuat untuk menghadapi masalah yang mana kita tidak tahu kapan datangnya? Menurutku, cara terbaik adalah selalu siap siaga seperti tentara penjaga perbatasan yang selalu siap siaga di poskonya, meskipun tidak ada peperangan ataupun tanda-tanda peperangan. Tentu kita tidak siap siaga secara fisik seperti yang dilakukan oleh tentara, melainkan siap siaga secara mental.
Mental kita harus terus dalam keadaan siap untuk menghadapi masalah sesulit apapun masalahnya.
tapi bagaimana cara memiliki mental seperti itu?
Orang mesti memiliki jawaban berbeda-beda terkait pertanyaan ini. Berdasarkan pengalaman pribadi, aku menjadi orang yang lebih kuat mental dalam menghadapi masalah karena terbiasa terpapar masalah. Masalah disini tentunya tidak harus masalah kehidupan, bisa berupa berbagai macam masalah. Aku sendiri mulai terbiasa terpapar masalah karena aku belajar coding atau pemrogramman.
Dalam mempelajari bahasa pemrogramman akan selalu ada masalah dalam perjalanannya. Error mesti berkali-kali muncul di layar. Meski sudah merasa sangat teliti selalu saja ada error yang muncul di akhirnya. Disinilah akau belajar terbiasa dengan masalah. Awalnya aku dengan mudahnya menyerah dan langsung berhenti belajar. Lama kelamaan aku menjadi tambah terbiasa dan kuat dalam menghadapi masalah dalam coding. Tidak hanya tidak takut jika nanti ada masalah, namun juga tidak akan berhenti sampai masalah itu selesai.
Begitulah perjalananku dalam terbiasa dengan masalah. Tentu kamu tidak harus sama sepertiku, tidak harus mempelajari coding. Yang harus kamu lakukan adalah menekuni salah satu bidang yang kamu tertarik di dalamnya. Tidak harus bidang yang sulit, utamakan bidang yang memang kamu tertarik di dalamnya. Cobalah! Jika kamu merasa mental mu lemah dalam menghadapi masalah maka cobalah!
Masalah Yang Bermacam-macam
Masalah juga bermacam-macam. Selain tidak bisa diprediksi kapan datangnya, kita juga tidak bisa memprediksi macamnya ada begitu banya masalah yang berkemungkinan mendatangi kita di masa mendatang: masalah pertemanan, masalah kesehatan, masalaha keuangan, masalah pendidikan dan masih banyak lagi. Pertanyaannya adalah apa yang kita harus persiapkan jika kita tidak tahu apa yang akan datang?
Tentu saja kita tidak bisa mempersiapkan diri dengan mempelajari satu persatu masalah yang ada di kehidupan ini. Mungkin umur kita akan habis dan belum semua masalah terpelajari atau justru masalah yang datang ternyata belum kita pelajari. Tapi kita bisa mempelajari hal yang pasti dibutuhkan dalam memecahkan seluruh masalah yaitu tenang dalam berfikir.
Sering kali alasan kitia tidak dapat menemukan solsui dalam masalah yang sedang kita hadapi adalah kita tidak berfikir dengan tenang. Oleh sebab itu tanpa sadar kita bahkan belum tau betul apa permasalahan utamanya, sehingga menyebabkan kita terus berputar-putar tanpa akhir.
Kira -kira itulah yang kutahu dalam menghadapi masalah. Semoga biasa berguna bagi kalian yang membaca. Oh iya. Satu lagi, jangan hanya terfokus pada sisi negatif ketika ada masalah. Sering kali di balik masalah ada hikmah atau hal positig yang terjadi. Contoh, sekarang Hp-ku hilang senggia aku mulai menulis artikel ini. Ini adalah artikel terpanjang yang pernah kutulis, entah lah kapan aku terkakhir kali menulis tulisan panjang dan karena Hp-ku hilang aku mulai menulis. Memang sih kalau dipikir-pikir pertukarannya tidak sebanding. Tapi kita kita melihat hikmah/sisi positif buka untuk membandingkannya dengan sisi negatifnya, melainkan agar kita tersadar bahwa ada peluang lain yang terbuka. Sekian.